Induksi kalus Artemisia vulgaris L. dengan Pemberian Beberapa Konsentrasi 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid(2,4-D)

Nazhira - Fadhilah, Zozy Aneloi Noli, Suwirmen - Suwirmen

Abstract


The research about callus induction Artemisia vulgaris L. by giving several concentration 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D), has been done from May to August 2015 in Plant Physiology Laboratory and Tissue Culture, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Science, University of Andalas. The aim of this studywas found the effective concentration of 2,4-D to induce callus of A. vulgaris. The research used Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments and 4 replications. The treatments were : without 2,4-D (control); 0.25 mg/L 2,4-D; 0.50 mg/L 2,4-D; 0.75 mg/L 2,4-D; 1.00 mg/L 2,4-D; 1.25 mg/L 2,4-D; 1.5 mg/L 2,4-D. The result showed that 0.25-1,5 mg/L 2,4-D were able induction callus of A. vulgaris, withcompactuntilthefriabletexture, color ofthe resultingcallusisyellowish green, brownish-green, yellow-brown, whiteyellowishandgreenishwhite. 2,4-D 1.5mg/Lwas the best concentrationto increase fresh weight of callus.

Keywords


Artemisia vulgaris L.; Callus 2,4-D

Full Text:

PDF

References


Ajijah N., I. Darwati., Yudiwanti dan Roostika. 2010. Pengaruh Suhu Inkubasi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Somatik Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) Jurnal LITRI 16 (20) : 56-6.

Bustami, U. M. 2011. Penggunaan 2,4-D untuk Iinduksi Kalus Kacang Tanah. Media Litbang Sulteng IV (2) : 137-141

Collin, H.A dan S. Edwad. 1988. Plant Cell Culture. BIOS Scientific Publisher. United Kingdom.

Dewita, R. 2015. Respons Eksplan DaunArtemisia Vulgaris L.Terhadap Pemberian Beberapa Konsentrasi BenzylAmino Purine(BAP) Dan2,4- Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D). Skripsi Sarjana Biologi. Universitas Andalas. Padang.

Ebadi, N. 2007. Pharmacodynamic Basic of Herbal Medicine. CRC Press. London New York Washington D.C.726 p.

Ermayanti, T. M., Y. Andri., D. R. Wulandari dan E. Al Hafiidz. 2002 Mikropropagasi Artemisia cina dan Artemisia annua. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. Bogor 3-4 September 2002.

Fatmawati, A. 2008. Kajian Konsentrasi BAP dan 2,4-D terhadap Induksi Kalus Tanaman Artemisia annua L. secara In Vitro. Skripsi.UNS. Surakarta.

Fatmawati, T. A., T. Nurhidayati dan N. Jadid. 2008. Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh IAA dan BAP pada Kultur Jaringan Tembakau Nicotiana Tabacum L. Var. Prancak 95.Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya

Ferreira, J. F. S., J. C. Laughlin., N. Delabays and P. M. de Magalhaes. 2005. Cultivation and genetics of Artemisia annua L. for Increase Production of The Antimalarial Artemisinin. Plant Genetic Resources III (2) : 206-229.

George, E. F. dan Sherrington. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Eastern Press. Reading Berks.

Harijanto, P.N. 2011. ACT Sebagai Obat Pilihan Malaria Ringan di Indonesia. Hasil Penelitian SMF Ilmu Penyakit Dalam RSU Bethesda Tomohon, Sulawesi Utara.CDK 183. 38 (2).

Ishak. 2005. Analisis Bibliometrika Terhadap Artikel Penyakit Malaria di Indonesia tahun 1970-April 2004 Menggunakan Database Online Pubmed. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi 1 (2)

Kardinan, A. 2006. Tanaman Artemisia Penakluk Penyakit Malaria. http://www.kompas.com/kompascetak/0604/20/ilpeng/2592372.htm.Diakses tanggal 22 Januari 2015.

Kasmiyati., S. Herawati dan M. M. Kristiana. 2008. Pertumbuhan Artemisia vulgaris Secara Kultur Pucuk pada Medium dengan Kandungan Mioinositol dan Ekstrak Khamir. Biota Vol. 13 (2).

Krishnamoorthy. 1981. Plant Growth Subtances. Aplications and Agriculture. MC Graw Hill Books CO. New York

Lizawati, Neliyati, R. Desfira. 2012. Induksi Kalus Eksplan Daun Durian (Durio zibethinus Murr cv Selat Jambi) pada beberapa kombinasi 2,4-D dan BAP. 2012. ISSN : 2302-6472 1 (1)

Pierik, R.L.M., 1987.In Vitro Culture of Higher Plants. Martinus Nijhaf Publisher,Dorroocht.The Netherland.

Rahayu, B,. Solichatun, dan E. Anggarwulan. 2003. Pengaruh 2,4-D Terhadap Pembentukan dan PertumbuhanKalus Serta Kandungan Flaponoid Kultur Kalus Acalipta Indica L. Biofarmasi 1(1) : 1-6.

Riyadi, I dan Tirtoboma. 2004. Pengaruh 2,4-D Terhadap Induksi Embrio Somatik Kopi Arabica. Buletin Plasma Nutfah 10 (2) : 82-89.

Rusdianto dan Indrianto. 2012. Induksi Kalus Embriogenik pada Wortel (Daucus carota) dengan menggunakan 2,4-D. Jurnal Bionature 13 (2) : 136-140

Santoso dan F. Nursandi. 2004. Kultur Jaringan Tanaman. Universitas Muhammadiyah Malang Press. Malang.

Suryowinoto, M., 1996. Pemuliaan Tanaman Secara In Vitro. Pusat Antar Universitas Bioteknologi. UGM. Yogyakarta 252 h.

Sumardi. 1996. Penggunaan Arang Aktif pada Beberapa Komposisi NAA dan BAP dalam Kultur Durian (Durio Zibethinus Murr.) secara In Vitro. Tesis S2. Program Pascasarjana Universitas Andalas. Padang.

Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Pada Tanaman. Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB. Bogor.

Wulansari, A., A.F Martin., D.E Rantau dan T.M Ermayanti. 2013. Perbanyakan Beberapa Aksesi Talas (Colocasia esculenta L.) Diploid Secara Kultur Jaringan dan Konservasinya Mendukung Diversifikasi Pangan. Seminar Nasional Riset Pangan, Obat-obatan dan Lingkungan Kesehatan. LIPI.

Yelnititis. 2012. Pembentukan Kalus Remah dari Eksplan Daun Ramin (Gonystylus bancanus (Miq) Kurz.). Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan. 6 : 181 – 194.

Zulkarnain. 2009. Kultur Jaringan Tanaman. Bumi Aksara. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© Hak Cipta Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Andalas 

ISSN : 2303-2162